AJI Indonesia Bekali Jurnalis Isu Perburuhan Jelang MEA 2015

JAKARTA – Sebanyak 20 jurnalis dari berbagai kota mengikuti Workshop Isu Perburuhan : Buruh/Pekerja Indonesia dan MEA 2015 yang berlangsung di Hotel Morrisey Wahid Hasyim, Jakarta, 18-19 April 2015

Acara yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia didukung FNV (Federatie Nederlandse Vakbeweging) federasi serikat buruh Belanda, menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten dalam isu perburuhan dan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Acara dibuka oleh Sekjen AJI Indonesia Arfi Bambani Amri. Arfi menekankan pentingnya agar jurnalis memahami latar belakang dan dampak MEA terhadap para pekerja di Indonesia, termasuk nasib paraa jurnalis.

Materi di hari pertama disampaikan oleh Annisa Rahiyati Santoso PhD bertema “Kajian Akademis Tentang Isu Perburuhan Indonesia”. Sementara dari pihak pemerintah hadir Rosinna Manullang dari Kementerian Tenaga Kerja membawa materi seputar regulasi dan penempatan tenaga kerja asing di Indonesia.

Hadir pula perwakilan dari serikat pekerja, yakni Nadjamudin Sanap, dari Federasi Serikat Pekerja Pariwisata (FSP Par SPSI). Nadjamudin memaparkan materi seputar relasi buruh/pekerja dan MEA dalam kacamata Serikat Pekerja.

Pada hari kedua para peserta mendapat materi “In depth Reporting Techniques on Labor Issues” dan “Making news outline on Labor Issues” dari Eko Maryadi, Chairman SEAPA (Southeast Asian Press Alliance) dan Zaky Yamani, editor Harian Pikiran Rakyat.

Sumber: AJI Indonesia

Posted in Berita.