AJI Tingkatkan Kapasitas Jurnalis soal Perbankan

JAKARTA – Aliansi Jurnalis Independen (AJI)  Indonesia kambali melaksanakan pelatihan demi meningkatkan kapasitas jurnalis.  Kali ini, AJI Indonesia yang bekerja sama dengan PermataBank dan Australian Embassy (Kedutaan Besar Australia) di Indonesia menggelar Banking Journalism Workshop (BJW) 2015 di kantor PermataBank, Gedung WTC II lantai 21, Sudirman, Jaksel.

Pelatihan ini diikuti 19 jurnalis yang lulus seleksi berbagai platform, baik cetak, elektronik maupun media siber dari 16 daerah. Pelatihan berlangsung dua hari, Jumat-Sabtu 22-23 Mei 2015.

Achmad K Permana, Direktur Syariah PermataBank mengatakan, pelatihan ini bertujuan menambah pengetahuan kepada jurnalis terkait isu-isu perbankan, khususnya fungsi intermediasi bank.

PermataBank berangkat dari kesadaran, bagaimana memberikan informasi valid, akurat, berkualitas sekaligus bermanfaat ke pembaca (masyarakat). PermataBank berkepentingan atas pemenuhan informasi utuh dan mudah dimengerti masyarakat.

“Sebab, kita tahu, kebijakan dan istilah perbankan itu tak semua orang paham. Bagaimana bisa dimengerti dan informasinya tepat, salah satunya dengan menggelar pelatihan ini,” jelas pria berkacamata ini.

Suwarjono, Ketua Umum AJI Indonesia mengungkapkan, pelatihan ini juga digelar dilatarbelakangi keprihatinan AJI, tak sedikit perusahaan pers (media) yang tak membekali wartawannya dengan pelatihan memadai. Kata Jono, sapaannya, acap kali banyak wartawan — datang dari latarbelakang bidang keilmuan beragam–yang tanpa melalui masa pelatihan langsung terjun meliput di lapangan.

AJI Indonesia begitu concern terhadap aksi-aksi yang bertujuan pada peningkatan kapasitas dan kompetensi profesi jurnalis. “Ada banyak bidang yang harus didalami, misalnya, lingkungan, intoleransi-pluralisme, perempuan dan anak, energi, dan sebagaimanya. Semua itu, perlu diberikan bekal khusus sebelum si jurnalis ke lapangan,” jelasnya.

Apalagi, pelatihan seperti ini jarang, bahkan sama sekali tak pernah dilakukan di daerah. Sementara, pemerintah memprogramkan sejumlah daerah dan kawasan yang diproyeksikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. “Kebijakan itu perlu dikawal,” ucap Jono.

Meski singkat, diharapkan peserta mendapatkan pengetahuan jurnalisme perbankan yang bisa dimanfaatkan saat bekerja dan bermuara pada upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional. “Paling tidak bisa membawa perubahan di daerah, kota masing-masing,” tukasnya.

BJW 2015 ini merupakan rangkaian dari Banking Journalist Academy (BJA) yang digelar AJI_PermataBank sejak 2013. Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, workshop kali ini pesertanya perwakilan media di daerah-daerah. Dua edisi sebelumnya, pesertanya wartawan media nasional/internasional dengan jangka waktu pelatihan selama dua bulan.

Kemudian, kali ini Kedutaan Australia turut menjadi penggagas kegiatan. “Kami bangga bisa ambil bagian dalam kegiatan yang tujuan akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Semoga peserta bisa memanfaatkan pelatihan ini,” ujar Laura Kemp, Sekretaris Hubmas dan Jubir Kedutaan Besar Australia di Indonesia.

Selama dua hari peserta mengikuti kelas materi, diskusi dan praktek yang dituntun para narasumber dari BI, PermataBank dan Penasehat Finansial Australia-Idonesia bidang ekonomi. Peserta didorong untuk bisa menyusun rancangan dan melakukan liputan mendalam mengenai isu-isu perbankan di wilayah masing-masing.

“Bangga bisa lulus seleksi sebagai peserta Banking Journalism Workshop. Kegiatan seperti ini sulit kita dapatkan di daerah. Dengan begini, kita belajar untuk meningkatkan kapasitas kompetensi diri,” tukas Palce Amallo, peserta dari Kupang, NTT.(***)

Sumber:

http://manado.tribunnews.com/2015/05/23/aji-tingkatkan-kapasitas-jurnalis-melalui-pelatihan-jurnalistik-perbankan

http://beritakawanua.com/berita/nasional/aji-tingkatkan-kapasitas-jurnalis-soal-perbankan

Kaparang Jabat Direktur LBH Pers Manado

MANADO –  Ferley B Kaparang SH MH dikukuhkan sebagai Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Manado. Acara pengukuhan yang digelar di Hotel Princess Boulevard, Jumat (22/5) lalu dirangkaikan dengan diskusi publik bertema  “Kebebasan Pers, Media Harus Hasilkan Konten Berkualitas”.

Dalam diskusi publik itu, Kaparang memaparkan bagaimana nantinya peran LBH Pers Manado ke depan khususnya dalam melakukan advokasi di lapangan bahkan sampai berproses secara hukum.

“LBH Pers bersama Aliansi Jurnalis Independen akan mengawal kasus-kasus kekerasan terhadap jurnalis, baik melalui advokasi di lapangan maupun pendampingan hukum. Tentu nanti kita akan bagi tugas antara LBH Pers dan AJI,” papar Kaparang.

Lanjut dia, AJI nantinya lebih banyak bergerak secara internal dalam menyelesaikan persoalan-persoalan etika, sementara LBH Pers bergerak di wilayah hukum. “Karena memang antara etika, kebebasan pers, kekerasan terhadap jurnalis dan persoalan hukum punya keterkaitan,” papar Kaparang.

Ketua AJI Manado Yoseph E Ikanubun mengungkapkan, dalam catatan AJI Indonesia, kurun waktu 20 tahun terakhir ini tak kurang dari 1.123 jurnalis di dunia terbunuh saat menjalankan tugas jurnalistik. Di Indonesia, lanjut dia, masih ada delapan kasus pembunuhan jurnalis yang hingga kini belum terungkap.

Sedangkan sepanjang tahun 2014 – 2015 terjadi 37 kasus kekerasan terhadap jurnalis. “Melihat data-data kekerasan terhadap jurnalis ini, maka kehadiran LBH Pers Manado sangat strategis, bisa bersinergi sekaligus meringankan kerja-kerja AJI khususnya di bidang advokasi dan hukum,” papar Ikanubun.

Kepala Pusat Bantuan Hukum (PBH) Unsrat, Frangkiano Randang SH MH menyambut baik kehadiran LBH Pers Manado. “Ini sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat khususnya pekerja pers dalam bidang hukum. Kami menyambut baik, dan siap menjalin kerjasama,” papar Randang didampingi Kabag Umum dan Hukum Unsrat Manado, Daniel Pangemanan SH MH.

Sedangkan Direktur LBH Manado, Hendra Baramuli SH dalam penyampaiannya mengharapkan, masyarakat pers nantinya bisa mendorong revisi untuk menguatkan UU Pers Nomor 40 tahun 1999 untuk melindungi profesi jurnalis.

Turut hadir dalam kegiatan itu sekaligus memberikan masukan, sejumlah jurnalis seperti Pengasihan Susanto Amisan (Tribun Manado), Richard Sanger (beritamanado.com), serta wartawan lainnya. Kaparang terpilih untuk menggantikan Direktur LBH Manado Periode 2012 – 2015, Maximus Watung SH.(***)

Sumber:

http://manado.tribunnews.com/2012/07/20/aji-manado-deklarasikan-lbh-pers

http://harianmetro.co.id/index.php/tindakan-kriminal/22151-kaparang-jabat-direktur-lbh-pers-manado

AJI Tunggu Bukti Presiden Joko Widodo Buka Akses Jurnalis Asing ke Papua

ALIANSI Jurnalis Independen (AJI) mengapresiasi pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengumumkan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi jurnalis asing melakukan kegiatan jurnalistik di Papua. AJI menyatakan, niat baik Presiden itu harus diikuti dengan pembuktian.

Pembatasan peliputan terutama oleh jurnalis asing di wilayah paling timur Indonesia ini sudah berlangsung sejak Papua menjadi bagian dari Indonesia. Jurnalis-jurnalis asing yang akan meliput Papua harus melalui lembaga clearing house yang melibatkan 12 kementerian atau lembaga negara, mulai dari Kementerian Luar Negeri, Kepolisian, Badan Intelijen Negara, sampai Kementerian Kooordinator Politik, Hukum dan Keamanan.

Mekanisme ini menjadi alat pemerintah membatasi jurnalis-jurnalis yang ingin melaporkan soal Papua secara bebas. Mekanisme clearing house ini tidak transparan karena memang tidak memiliki dasar hukum jelas.

AJI berpendapat, langkah pertama pembukaan akses seluas-luasnya bagi jurnalis asing adalah dengan membubarkan lembaga clearing house ini. Jurnalis asing sudah sewajarnya bebas meliput di Papua, seperti mereka meliput wilayah lain di Indonesia.

Di tingkat lokal, implementasi kebebasan pers ini adalah jangan ada lagi jurnalis asing yang mendapat intimidasi aparat keamanan seperti dimata-matai, diikuti, atau diteror, yang menghambat kegiatan jurnalistik mereka. Kebebasan ini juga tentunya berlaku di wilayah-wilayah lain di Indonesia seperti di Sulawesi Tengah atau Aceh.

AJI menilai, pembukaan akses bagi jurnalis di Papua justru akan menjadi awal kemajuan masyarakat Papua. Isu korupsi dan pelanggaran HAM yang selama ini seakan mendapat perlindungan dan dilanggengkan sekelompok orang, akan mudah diungkap.

Siapa yang menjadi pelaku, penjahat HAM ataupun koruptor harus dijebloskan ke penjara. Namun sebaliknya, kemajuan pembangunan di Papua juga akan mudah dilihat oleh masyarakat dunia. Dengan demikian, ke depan dengan transparansi, keterbukaan informasi Papua akan membawa kemajuan bagi wilayah ini. Pemerintah di Jakarta pun akan mendapatkan informasi yang berimbang dan terverifikasi karena dilakukan dengan standar jurnalistik yang baik.

Pembukaan akses seluas-luasnya bagi jurnalis merupakan bukti kebebasan pers berlaku di seluruh wilayah Indonesia. Kebebasan pers menjadi bukti bahwa tidak ada lagi diskriminasi terhadap masyarakat Papua. Ini sekaligus pemenuhan hak publik atas informasi sesuai UU nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, di mana disebutkan, bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara, dan untuk menjamin kemerdekaan pers, pers mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi tanpa penyensoran, pemberedelan atau pelarangan penyiaran.

Selain memberikan apresiasi, AJI Indonesia akan terus mengawasi, memonitor pembebasan akses liputan jurnalis asing ini. AJI mendorong agar ada jaminan pemerintah, tidak hanya sekadar omongan, namun akan lebih maju jika Presiden segera mengeluarkan jaminan dalam bentuk peraturan untuk memberikan jaminan bahwa apa yang disampaikan presiden dilaksanakan di lapangan.(***)

Jakarta, 11 Mei 2015

Suwarjono Iman D Nugroho
Ketua Umum AJI Ketua Bidang Advokasi AJI

Laga Persahabatan, AJI Manado Taklukkan JIPS 6-2

Manado – TIM sepakbola Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado tampil perkasa dan ‘membantai’ Jurnalis Independen Pemprov Sulut (JIPS) dengan skor telak 6 – 2, dalam pertandingan persahabatan yang di lapangan Kantor Gubernur Sulut, Jumat (08/05) kemarin.

Gol-gol AJI Manado dicetak Ketua Yoseph E Ikanubun (Harian METRO), Sekretaris Fernando Lumowa (Tribun Manado), Billy Lintjewas (Komentar) dan Stenly Scott Lonteng (Komentar). Sedangkan dua gol penghibur JIPS dilesakkan Kasat Pol PP Pemprov Sulut, Roy Mewoh dan Simon Making (Komentar).

Laga baru berjalan sekitar tiga menit, Ikanubun yang berposisi sebagai penyerang sudah menjebol gawang JIPS. Menerima sodoran umpan matang dari Ficko Onga di sisi kanan pertahanan lawan, satu sentuhan Ikanubun berhasil menjebol gawang setelah mengecoh kipper JIPS, Rolf Lumintang (Harian METRO).

Skor  1 – 0 tidak bertahan lama.  Tendangan bebas bek AJI, Reza Taliwongso (Koran Manado) yang disambut sundulan Lintjewas kembali memaksa Lumintang untuk memungut bola dari gawangnya. Babak pertama diakhiri dengan satu sontekan manis dari Lumowa yang membawa AJI unggul 3 – 0 di paruh pertama pertandingan.

Tak ingin kehilangan muka di depan pendukungnya sendiri, begitu babak kedua dimulai, JIPS yang dimotori Donny Aray (Kompas TV), Ronald Rorong (Kawanua Post), Karel Polakitan (LKBN Antara), dan Jamaluddin (RAL FM), langsung menekan pertahanan AJI Manado. Lini pertahanan yang dikawal Taliwongso, Marvil dan Marchell Supit (Komentar) mendapat ujian berarti. Hasilnya satu gol berhasil dicetak Mewoh untuk memperkecil skor menjadi 1 – 3.

Kemasukan satu gol, AJI justru meningkatkan serangannya. Lewat satu dua sentuhan antara Frangky Kota (Komentar), Billy Lintjewas (Komentar) dan Lumowa, satu peluang berhasil diselesaikan dengan baik oleh Scott. Skor 4 – 1 tak bertahan lama. JIPS memperkecil ketinggalan lewat titik putih setelah Taliwongso menyentuh bola di dalam kota pinalti. Making yang maju sebagai eksekutor berhasil menjobol gawang AJI Manado.  2 – 4, JIPS masih tertinggal.

Di sisa pertandingan, AJI Manado malah menambah lagi dua gol melalui kaki Ikanubun dan Lumowa sekaligus mengunci pertandingan itu dengan skor 6 – 2. “Hari ini AJI memang tampil lebih baik, dan unggul atas kami. Kami siap bertanding di waktu mendatang,” ujar Aray, Ketua JIPS yang diiyakan rekan-rekannya.  Sementara Lumowa mengatakan, AJI Manado siap menerima tantangan pertandingan ulang melawan JIPS. “Kami siap bertanding lagi,” ujar Lumowa.

Kabag Humas Setdaprov Sulut, Yahya Rondonuwu didampingi Kasubag Humas Alfrets J Rambing  mengungkapkan, pertandingan itu untuk mempererat komunikasi antar wartawan dan pejabat Pemprov Sulut. “Berikut kita jadwalkan AJI Manado melawan pejabat Pemprov Sulut,” tantang Rambing yang disambut tim AJI Manado.(***)

AJI Latih Puluhan Jurnalis Perdalam Isu Perlindungan Sosial

Laporan:
Yoseph E Ikanubun (Ketua AJI Manado) dari Jakarta

ALIANSI Jurnalis Independen (AJI) Indonesia bekerjasama dengan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia, menyelenggarakan rangkaian Workshop Pengembangan Kapasitas Jurnalis Terkait Isu Perlindungan Sosial.  Pelatihan ini digelar  Rabu (6/5) di Hotel  Morrissey, Jalan Wahid Hasyim, Menteng Jakarta.

Ketua Umum AJI Indonesia, Suwarjono mengatakan, untuk mengawali kegiatan itu pihaknya mengadakan sebuah forum diskusi yang melibatkan kalangan editor media baik dari Jakarta maupun daerah-daerah.

“Tujuannya adalah mendapatkan masukan dari kalangan editor tentang bagaimana isu perlindungan sosial bisa mendapatkan ruang yang seimbang dalam newsroom, baik tentang manfaat maupun keterbatasan konsep perlindungan sosial itu sendiri,” papar Suwarjono didampingi Sekjen AJI Arfi Bambani.

Menurut Suwarjono yang juga Pemred Swara.co ini, setelah pelaksanaan workshop untuk para editor maka akan dilanjutkan dengan pelatihan untuk para jurnalis dari seluruh Indonesia yang diadakan di dua kota yakni Yogyakarta dan Medan. “Akan ada puluhan jurnalis dari berbagai daerah yang akan mengiktui pelatihan di Yogyakarta dan Medan. Untuk mendalami isu-isu perlindungan sosial,” papar Suwarjono.

Lanjut dia, melalui rangkaian kegiatan itu diharapkan dapat memberikan kontribusi  besar bagi pengembangan kapasitas jurnalis serta peran media dalam membangun kesadaran masyarakat tentang bantuan sosial dan mendorong advokasi untuk agenda nasional yang progresif.

Dalam kegiatan kemarin, Pemred Merdeka.com, Didiek Supriyanto mengatakan, selama ini liputan-liputan para jurnalis terkait bantuan dan dana perlindungan sosial belum terlalu mendalam. “Selama ini misalnya kita hanya kaitkan dengan momentum politik, atau ricuh saat pembagian bantuan langsung tunai misalnya. Padahal kita harus lebih dalam melakukan liputan itu,” papar Didiek, salah satu pendiri detik.com.

Mantan Sekjen AJI Indonesia ini menambahkan, liputan yang mendalam misalnya dengan melakukan analisa terhadap berbagai data warga miskin maupun alokasi anggaran, melakukan pemantauan sejauh mana potensi dana itu dikorupsi, hingga membuat perbandingan bagaimana kondisi warga sebelum dan sesudah menerima bantuan sosial setelah beberapa waktu kemudian. “Dari situ kita akan bisa mendapatkan suatu liputan yang komprehensif soal sejauh mana efektivitas dana bantuan sosial bagi warga miskin,” papar Didiek.

Sejumlah editor dan pemimpin media hadir dalam workshop itu seperti, Eko Maryadi (Presiden SEAPA), Atik Nurbaeti (The Jakarta Post), Asep Saeffulah (Sindo Wekly). Sedangkan dari daerah hadir Wapemred Harian Fajar Makassar, M Yussuf, serta Yoseph E Ikanubun, Redaktur Harian METRO, Heryanto Sagiya dari Pontianak Post, serta sejumlah editor lainnya.

AJI Manado Tuntut Upah Layak Jurnalis dan Independensi Media

MANADO – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado menggelar aksi damai ‘turun ke jalan’ dalam rangka memperingati Hari Buruh (May Day) 1 Mei dan Hari Kebebasan Pers Sedunia (Word Press Freedom Day/WPFD) 3 Mei. Aksi ini menyuarakan tuntutan keadilan kesejahteraan jurnalis dan independensi kebebasan pers di Sulawesi Utara.

Aksi yang diikuti puluhan jurnalis, anggota AJI, perwakilan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan organisasi pers ini digelar Senin (4/5). Aksi damai ini berawal di Zero Point Manado. AJI dalam pernyataan sikapnya menyatakan keprihatinan, sampai saat ini masih banyak pekerja pers/jurnalis yang tak memperoleh hak sesuai yang diamanatkan UU Ketenagakerjaan.

Ketua dan Sekretaris AJI Manado, Yoseph Ikanubun dan Fernando Lumowa menyatakan, di tengah pesatnya pertumbuhan media di Sulawesi Utara, terjadi ketimpangan karena tak sebanding dengan kesejahteraan jurnalis.

Banyak perusahaan media yang abai terhadap pemenuhan hak jurnalis. Tak sedikit jurnalis di Sulawesi Utara tak mendapatkan upah tak layak, penghasilan di bawah UMP atau UMR. Serta tak adanya kepastian atas jaminan sosial. Belum lagi jurnalis yang berstatus karyawan tidak tetap

“Bahkan ada perusahaan pers atau media yang tak menggaji jurnalisnya sepeserpun! Tak sedikit yang tak dijamin BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, serta hak atas cuti, libur dan hak lainnya tak dipenuhi,” kata Ikanubun dan Lumowa.

Keberadaan jurnalis yang kurang diperhatikan tersebut menjadi ancaram utama terhadap independensi dan profesionalisme jurnalis. “Bagaimana bisa profesional sementara jurnalis masih memperjuangkan kesejahteraannya?” tukas mereka.

Seruan lainnya yang diangkat dalam aksi damai ini, kian beragamnya ancaman terhadap kebebasan pers dewasa ini. Jika dulu musuh utama kebebasan pers ialah penguasa (negara), sekarang ancaman itu datang dari berbagai sisi melalui intervensi ke ruang redaksi.

Dimana, intervensi bisa datang dari pemilik modal/pemilik media, penguasa, pengiklan dan kelompok politik. Sejauh ini begitu kentara ancaman terhadap kebebasan pers di dalam pemberitaan, dimana ruang pemberitaan yang seharusnya milik publik `disita/dimonopoli’ oleh berita `pesanan’ kelompok tertentu.

Kepentingan kekuasaan dan politik terlalu jauh menguasai ruang-ruang redaksi media. Banyak contoh produk jurnalistik media di Sulawesi Utara yang sulit dibedakan apakah itu berita ataukah iklan berbayar yang seharusnya dipagari `pagar api’ yang jelas.”Acapkali ditemukan adanya berita yang tidak independen, sepihak dan tak berimbang,” jelas Ikanubun.

AJI Manado juga menyikapi proses kriminalisasi terhadap jurnalis dan tindak kekerasan yang masih terus berlangsung hingga kini. AJI Manado bersyukur, sejauh ini relatif tak ada kriminalisasi dan tindak kekerasan terhadap jurnalis di Sulawesi Utara.  “Kami harap tidak terjadi di sini. Kami mengimbau Kepolisian paham dan menerapkan fungsi UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers sebagai pedoman utama atas sengketa pers atau selisih yang timbul akibat pemberitaan,” jelas Lumowa.

AJI Manado menyerukan kepada semua jurnalis agar tetap profesional, mengedepankan Kode Etik Jurnalistik, kode etik perilaku jurnalis dalam melakukan tugas jurnalistiknya di lapangan. AJI Manado mengimbau perusahaan pers dan pemilik media di Sulawesi Utara memperlakukan jurnalis secara adil.  “Paling tidak dengan memberi upah layak, sesuai amanat UU Ketenagakerjaan serta jaminan sosial lainnya,” ujar mereka.

Setelah dari Zero Point Manado, rombongan aksi menyampaikan aspirasi ke DPRD Sulawesi Utara dan Wakil Gubernur Sulut, Dr Djouhari Kansil. Ketua Komisi I DPRD Ferdinand Mewengkang dan  anggota Komisi I Rocky Wowor-James Tuuk, anggota Komisi II Ferdinand Mangumbahang dan anggota Komisi IV, Moh. Yusuf Amin menerima aspirasi jurnalis.

“Kami segera mengagendakan dengar pendapat dengan pemerintah provinsi, instansi terkait dan media membahas persoalan banyak jurnalis yang tak menerima upah layan dan jaminan lainnya,” tukas Ferdinand Mewengkang, legislator asal Partai Gerindra.

Senada, Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr Djouhari Kansil merespon positif pernyataan sikap AJI. Ia janji menugaskan Disnakertrans Sulawesi Utara untuk menelusuri persoalan banyak jurnalis yang diperlakukan tak adil. “Sebagai mitra, kami senantiasa menghargai profesi jurnalis. Dengan kedudukan setara, media jangan pernah takut mengkritisi pemerintah,” pinta Kansil.(***)

Rapat Kerja, AJI Manado Mantapkan Program

Manado – Pengurus Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado menggelar Rapat Kerja yang berlangsung di Sekretariat AJI Manado, Jalan Korengkeng No.1, Wenang Selatan, Manado, Jumat (1/5).

Dalam rapat kerja ini, AJI Manado melalui tujuh divisi yang ada membahas dan menetapkan program kerja yang akan dilaksanakan selama periode berjalan (2015-2018). Ketua AJI Manado, Yoseph Ikanubun didampingi Sekretaris, Fernando Lumowa Raker ini memantapkan program kerja tiga tahun ke depan.  “Sebelum raker ini juga kita sudah menggelar beberapa program kerja,” tukas Ikanubun.
Dalam raker yang dihadiri pengurus divisi dan anggota ini dibahas program kerja per divisi, yakni Organisasi, Pendidikan, Usaha Dana, Advokasi dan Perempuan dan Anak.

Beberapa program kerja yang ditetapkan antara lain, pelatihan jurnalistik bagi siswa SMA dan SMP, penguatan organisasi melalui pelatihan fund raising dan manajemen keuangan, pelatihan penanganan advokasi jurnalis korban kekerasan dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi wartawan di Manado. “Kiranya program kerja bisa dilaksanakan sehingga AJI bisa memberi warna dalam kehidupan bermasyarakat di Manado,” harap Ikanubun.

AJI Manado Ramaikan Tribun Jalan Asik

MANADO – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado turut berpartisipasi dalam ivent Tribun Jalan Asik yang digelar Harian Tribun Manado dan Kartu AS, Sabtu (25/4) di Kawasan Megamas Manado.

Personel AJI, yakni Ketua AJI Manado, Yoseph Ikanubun, Sekretaris Fernando Lumowa, Divisi Ketenagakerjaan Simon Gesimaking dan Divisi Perempuan dan Anak Erick Tambuwun berbaur bersama ribuan peserta jalan sehat.

Mereka turut menyusuri rute jalan sehat bersama sekitar tujuh kilometer. Suasana olahraga tapi santai ini dimanfaatkan personel AJI bercengkerama dan berbagi cerita dengan peserta yang rata-rata merupakan relasi maupun nara sumber.

Ikanubun mengungkapkan, kehadiran AJI dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk membina hubungan baik dengan semua media yang ada. AJI ada karena keberadaan para jurnalis yang merupakan pekerja pers di media lokal Manado.

“Kita menjalin kebersamaan, persahabatan dan hubungan dengan semua media. Sekaligus memberi contoh bahwa olahraga itu penting demi kesehatan,” kata Ikanubun. Sebelumnya, AJI Manado turut hadir dalam sejumlah kegiatan dan agenda yang digelar beberapa media lokal di Manado dan sekitarnya.(*)

AJI Indonesia Bekali Jurnalis Isu Perburuhan Jelang MEA 2015

JAKARTA – Sebanyak 20 jurnalis dari berbagai kota mengikuti Workshop Isu Perburuhan : Buruh/Pekerja Indonesia dan MEA 2015 yang berlangsung di Hotel Morrisey Wahid Hasyim, Jakarta, 18-19 April 2015

Acara yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia didukung FNV (Federatie Nederlandse Vakbeweging) federasi serikat buruh Belanda, menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten dalam isu perburuhan dan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Acara dibuka oleh Sekjen AJI Indonesia Arfi Bambani Amri. Arfi menekankan pentingnya agar jurnalis memahami latar belakang dan dampak MEA terhadap para pekerja di Indonesia, termasuk nasib paraa jurnalis.

Materi di hari pertama disampaikan oleh Annisa Rahiyati Santoso PhD bertema “Kajian Akademis Tentang Isu Perburuhan Indonesia”. Sementara dari pihak pemerintah hadir Rosinna Manullang dari Kementerian Tenaga Kerja membawa materi seputar regulasi dan penempatan tenaga kerja asing di Indonesia.

Hadir pula perwakilan dari serikat pekerja, yakni Nadjamudin Sanap, dari Federasi Serikat Pekerja Pariwisata (FSP Par SPSI). Nadjamudin memaparkan materi seputar relasi buruh/pekerja dan MEA dalam kacamata Serikat Pekerja.

Pada hari kedua para peserta mendapat materi “In depth Reporting Techniques on Labor Issues” dan “Making news outline on Labor Issues” dari Eko Maryadi, Chairman SEAPA (Southeast Asian Press Alliance) dan Zaky Yamani, editor Harian Pikiran Rakyat.

Sumber: AJI Indonesia

AJI Bermimpi Jurnalis Daerah Bangun Media Sendiri

JAKARTA – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia melaksanakan Workshop Web Development di Hotel Morrissey Wahid Hasyim Jakarta, Sabtu-Minggu (18-19/4).

Pelatihan ini diikuti sedikitnya 15 jurnalis perwakilan AJI kota. Diantaranya, Jakarta, Bengkulu, Pekanbaru, Kendari, Ambon, Mataram, Palu, Makassar, Bandung, Pontianak dan Manado.

AJI Indonesia menggandeng Development and Peace (D&P) Canada sebagai pendukung utama pelatihan ini. Workshop Web Development ini membekali hal teknis terkait bagaimana membangun website, khususnya media online.

Pelatihan ini dilatarbelakangi pesatnya kemajuan teknologi informasi yang ditandai pertumbuhan pengguna internet yang otomatis mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mendapatkan informasi.

Diharapkan, pelatihan ini meningkatkan kemampuan jurnalis AJI dalam mengakselerasikan media online yang saat ini mulai mendominasi pasar. Untuk sementara, peserta diharapkan menjadi pengelola situs AJI kota masing-masing yang bisa menjadi penyampai informasi terkait AJI.

“Keberadaan internet merubah perilaku pasar. Dimana, keberadaan media online sangat besar pengaruh dan eksistensinya kedepan,” tukas Ketua Umum AJI Indonesia, Suwarjono, Minggu (19/4) sebagaimana dikutip Sekretaris AJI Manado, Fernando Lumowa yang ikut dalam kegiatan tersebut.

Selain itu, pelatihan ini dilatarbelakangi fakta bahwa, konglomerasi media mendorong polarisasi isu-isu pemberitaan di Indonesia. Akibatnya, isu kedaerahan, kepentingan wilayah di luar Jawa kurang terangkat pe publik nasional. Pasalnya, jaringan media nusantara hanya ‘dikuasai’ 12 pemilik modal (konglomerat) di Jakarta.

“AJI bermimpi, jurnalis daerah bisa mandiri, mengembangkan media sendiri yang otomatis menjadi pembawa pesan kepentingan daerah,” tambah Arfi Bambani, Sekjen AJI Indonesia.

Peserta dibekali materi teknis oleh pakar di bidangnya. Misalnya, Indonesia di Era Internet, Anatomi Media Online oleh Heru Margianto dari Kompas.com, Membangun Media Online: Modifikasi CMS oleh Iyan Kushardiansya.

Lalu, Membangun Media Online, Merancang Isi Visual oleh Lexy Rambadeta, Kode Etik dan Regulasi Media Online serta Media Sosial dan Kampanye oleh Asep Saefullah dari Sindo Weekly.

Piet Manuputty, peserta dari AJI Ambon bangga sekaligus bersyukur bisa mengikuti pelatihan tersebut. Alasannya, ia bisa mendapatkan pengetahuan dasar-dasar mengembangkan media berbasis internet.

Baginya, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi jurnalis yang sebelumnya datang datang platform media cetak dan televisi. “Mau tidak mau, era siber media (digital) berbasis internet akan tampil dominan. Jurnalis harus mengembangkan potensi diri agar siap menghadapi perubahan. Salah satunya lewat pelatihan ini,” ujar Piet.(*)

Sumber:
http://manado.tribunnews.com/2015/04/19/aji-indonesia-bekali-jurnalis-teknik-dasar-bangun-media-online
http://manado.tribunnews.com/2015/04/19/aji-indonesia-bekali-jurnalis-teknik-dasar-bangun-media-online