AJI Indonesia Menggelar Web Development Training

Web menjadi satu diantara platform media yang bisa menyebarkan informasi berita secara luas dibanding media cetak yang terbatas penyebarannya. Namun, diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang paham dalam mengelola teknologi informasi berbasis web, untuk menyebarkan konten berita yang berkualitas.

“Memenuhi hal tersebut, peningkatan mutu SDM melalui pelatihan dalam pengembangan web serta media sosial yang berisi informasi berita, menjadi sangat penting,” tegas Sekretaris Jendral (Sekjen) Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Arfi Bambani Amri, dalam rilisnya kepada katakini.com.

Dalam upaya meningkatkan kapasitas anggota dan organisasi dalam disiminasi informasi melalui internet berbasis web dan social media (sosmed) ini, AJI Indonesia bekerja sama dengan Development and Peace (D&P) Canada, menggelar “Web Development Training”, pada 18-19 April 2015, di Hotel Morrissey, Jakarta.

Pelatihan ini diharapkan dapat mendorong jurnalis agar menggunakan web dan sosmed, untuk menyebarluaskan isu-isu terkait perdamaian, kaum marjinal dan isu lingkungan, yang belum menjadi fokus utama media mainstream.

“Isu media online sekarang, lebih banyak berkutat isu seputaran Jakarta dan nasional, karena terpusatnya kepemilikan media. Padahal, daerah memiliki berbagai macam persoalan yang perlu diinformasikan pada publik. Dengan adanya penyebaran informasi daerah, diharapkan menjadi wacana nasional yang harus ditangani oleh pemangku kepentingan,” sambung Arfi.

Pelatihan tersebut akan diikuti oleh anggota AJI dari 10 kota, diantaranya Kendari, Makassar, Palu, Medan, Pekanbaru, Bengkulu, Kediri, Pontianak, Mataram, Ambon, serta tambahan dari Bandung dan Jakarta.

“Dengan potensi yang dimiliki AJI, akan bisa lebih mendorong isu-isu yang belum dilirik media mainstream,” tandas Sekjen AJI Indonesia. —

http://www.katakini.com/berita-aji-indonesia-menggelar-web-development-training.html#sthash.XW4CQKte.dpuf

AJI Manado Bagi Ilmu Jurnalistik ke UKM Pers Politeknik Manado

pelatihan-jurnalistik-aji-manado-di-politeknik-negeri-manado_20150412_222834TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Belasan mahasiswa Politeknik Negeri Manado (Polimdo) yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Polimdo mengikuti pelatihan jurnalistik tingkat menengah, Sabtu (11/4). UKM Pers Polimdo menggandeng Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado sebagai pemateri pelatihan yang dipusatkan di Gedung Direktur Polimdo.

Materi yang diberikan antara lain Kode Etik Jurnalistik dan UU Pers oleh Ketua AJI Manado, Yoseph Ikanubun; Teknik Meliput di Lapangan oleh Sekretaris AJI Manado, Fernando Lumowa, Penyusunan ToR-Pembuatan Berita oleh Ketua Divisi Pendidikan Fransiskus Talokon dan Perwajahan dan Tata Letak Pracetak oleh Divisi Perempuan dan Anak Erick Tambuwun.

Peserta yang datang dari berbagai jurusan ini antusias menyimak materi. Itu tergambar dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Mereka bertanya banyak hal seputar teknis dan praktek jurnalisme dewasa ini.

Misalnya, Verawati Alim. Ia bertanya seberapa jauh fungsi Kode Etik Jurnalistik menjiwai kinerja wartawan di lapangan serta seberapa penting UU Pers melindungi pekerja pers. Selain itu, peserta ingin tahu lebih jauh kendala yang dihadapi wartawan di lapangan, pelanggaran kode etik, sengketa pers hingga kebijakan redaksi media. Usai materi, peserta diberikan kesempatan menyusun rancangan liputan, melakukan reportase, menulis berita hingga menyiapkan perwajahan media kampus.

Febriyani Rahayu, Ketua UKM Pers Polimdo mengatakan, pelatihan ini merupakan lanjutan dari pelatihan dasar-dasar jurnalistik yang digelar 22 November 2014 di Sutanraja. Lewat pelatihan ini, belasan mahasiswa pegiat media internal Polimdo, The Champ semakin mahir.

“Kita berharap, kemampuan teman-teman melakukan reportase, menyusun berita hingga mempersiapkan produk jurnalistik The Champ makin baik,” jelas Febriyani. Ia mengatakan, The Champ merupakan media kampus yang terbit berkala dan dikelola sepenuhnya mahasiswa.

Ketua AJI Manado, Yoseph Ikanubun berharap, pasca pelatihan tersebut, kualitas pegiat UMK Pers Polimdo meningkat. “Sehingga mereka bisa menghasilkan media kampus yang benar-benar memenuhi kaidah jurnalistik,” jelasnya.

Ikanubun – Lumowa Pimpin AJI Manado

00

Manado – Forum Konferensi Kota (Konferta) Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado yang digelar di Hotel Tontemboan Manado, Sabtu (21/03) akhir pekan lalu, berhasil memilih dan menetapkan Yoseph E Ikanubun dan Fernando Lumowa sebagai Ketua dan Sekretaris AJI Manado Periode 2015 – 2018. Ikanubun dan Lumowa terpilih secara aklamasi setelah dua pasangan lainnya, Fransiskus Talokon – Donny Turang, dan Syarif Litty – Simon Making mundur dari pencalonan.

“Karena hanya ada satu pasangan calon, maka saudara Yoseph E Ikanubun dan Fernando Lumowa ditetapkan sebagai Ketua dan Sekretaris AJI Manado Periode 2015 – 2018,” tegas Pimpinan Sidang, Nolfie Tamod.

Ikanubun didampingi Lumowa menyatakan terima kasih atas kepercayaan anggota AJI. Menurut keduanya, tantangan ke depan akan lebih sulit untuk menjaga integritas jurnalis serta independensi media. “Tantangan AJI ke depan sangat besar termasuk independensi media. AJI berkomitmen menjadikan profesi jurnalis tetap independen, profesional dan beretika,” tegas keduanya.

Tantangan lainnya, lanjut Ikanubun dan Lumowa, AJI berupaya agar jurnalis memiliki kompetensi standar serta mendapatkan hak untuk sejahtera. Persoalan yang kerap dihadapi dewasa ini ialah banyak media yang melakukan rekrutmen wartawan secara instan tanpa membekalinya dengan keterampilan serta pemahaman kode etik jurnalistik. “Tak bisa dipungkiri, masih banyak pelanggaran kode etik yang terjadi. Itu tantangan AJI dan kita berupaya agar itu tak terjadi,” jelas Ikanubun dan Lumowa.

Diketahui, rangkaian seminar lingkungan hidup dan Konferta ini dibuka secara langsung oleh Anggota Divisi Pendidikan, AJI Indonesia Ratna Ariyanthi.

Seminar itu menghadirkan sejumlah pembicara seperti Rony Rusdiansyah , external communication manager AQUA Group Regional III,  Verico Ngangi dari PT Tirta Investama Airmadidi, Dr Ir Linda Tondobala DEA, Koordinator Pusat Penelitian Lingkungan Hidup dan Sumberdaya Alam Unsrat Manado, serta Ratna Arianthi dari AJI Indonesia.

Sedangkan peserta seminar terdiri dari berbagai unsure seperti Walhi, LBH Manado, Yayasan Suara Nurani Minaesa, Kantor Penghubung Komisi Yudisial, Pers Mahasiswa Politekhnik Negeri Manado, serta kalangan media masa. Turut hadir sejumlah undangan seperti perwakilan dari Pemprov Sulut, Korem, Kodim, Polresta dan Dinas Pendidikan kota Manado.

Sumber: www.manadosatu.com